Minggu, 05 September 2010

AKTIVITAS PROSES BELAJAR MENULIS BAHASA INDONESIA DENGAN PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL)

A. Latar Belakang Masalah
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan ekspresi dalam bentuk tulisan walaupun menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa, tetapi dalam proses pembelajaran bahasa tidak mungkin dipisahkan dengan keterampilan berbahasa yang lain seperti mendengarkan, berbicara dan membaca. Keempat keterampilan berbahasa itu terdapat saling melengkapi. Sebagaimana dalam kurikulum 2004 (KBK) yang kemudian disempurnakan dengan kurikulum 2006 (KTSP) mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas disebutkan bahwa salah satu tujuan pengajaran bahasa Indonesia adalah mengembangkan kemampuan dalam bahasa tersebut, dalam bentuk lisan dan tulis.
Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan menggunakan ragam bahasa yang sesuai secara lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan atau monolog yang melibatkan wacana berbentuk, deskriptif, naratif, spoofl, recount, prosedur, report, news item, anekdot, eksposisi, explanation, discussion, commentary, dan review dengan variasi ungkapan makna interpersonal, ideasional, dan tekstual sederhana (Depdiknas, 2004:8). Pengajaran keterampilan menulis bahasa Indonesia untuk siswa SMA diarahkan ke pencapaian kompetensi yang dapat terlibat dalam kemampuan siswa mengungkapkan berbagai makna dengan langkah-langkah retorika yang benar di dalam teks tertulis tentang suatu topik berkaitan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual), dengan penekanan ciri-ciri ragam bahasa tulis. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang terpadu, yang ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Menurut Akhadiah, dkk (1988:2) bahsa menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematik serta mengungkapkannya secara tersurat. Dalam proses pembelajaran keterampilan ini bisa diwujudkan dalam bentuk materi menulis dengan berbagai indikatornya. Sebagaimana materi lainnya, materi inipun seharusnya disajikan secara bertahap, karena menulis merupakan keterampilan lanjutan yang cukup kompleks. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan menulis bahasa Indonesia yang diberikan pada siswa SMA Negeri 1 Kaban Jahe sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikembangkan di sekolah, dengan tujuan untuk memberikan bekal pada siswa dalam hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Para siswa memposisikan diri sebagai diri sendiri yang memerlukan sesuatu bekal untuk kehidupannya nanti. Siswa perlu mengerti apa makna belajar keterampilan menulis bahasa Indonesia bagi dirinya, apa manfaatnya dan bagaimana usaha mereka mencapainya sehingga mereka sadar bahwa apa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Hal ini disadari penulis selaku guru yang mengajar bahasa Indonesia dihadapkan beberapa masalah dalam pembelajaran menulis pada siswa di SMA Negeri 1 Kaban Jahe.
Masalah tersebut meliputi: (1) rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran menulis bahasa Indonesia, aktivitas proses belajar menulis siswa cenderung rendah, (2) ketidakmampuan siswa dalam menuangkan dan mengembangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan, dan (3) ketidakmampuan siswa dalam pengorganisasian tulisan yang bermakna. Kondisi ini terungkap dari pengamatan selama berlangsungnya aktivitas proses belajar latihan keterampilan menulis dan terungkap dari evaluasi hasil belajar siswa dalam membuat tulisan berupa karangan sederhana bahasa Indonesia pada kegiatan pembelajaran menulis menunjukkan bahwa dari 40 siswa sebagian besar siswa (77,50%) dengan nilai rata-rata 64. Berarti ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa tentang keterampilan menulis bahasa Indonesia belum mencapai kriteria ketuntasan belajar minimal 85% dengan nilai rata-rata > 80 yang ditetapkan. Bertolak dari hasil belajar siswa, penulis dengan dibantu beberapa guru lain (teman sejawat) di sekolah melakukan upaya refleksi dan pengkajian secara kritis untuk mengungkap penyebab masalah rendahnya hasil belajar siswa tersebut. Dari hasil refleksi ini ditengarai beberapa indikasi yang diasumsikan sebagai penyebab Rendahnya hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis bahasa Indonesia, yaitu: (1) guru dalam menyampaikan materi pelajaran terlalu menitikberatkan pada penggunaan metode ceramah, sebagian besar waktu dipergunakan untuk penyampaian materi pelajaran tanpa memberi kesempatan siswa untuk belajar menerapkan dan mengembangkan materi pelajaran yang diperolehnya; (2) penekanan proses pembelajaran lebih terfokus pada aspek kognitif (penguasaan pengetahuan) tentang menulis bahasa Indonesia; (3) hubungan guru dengan siswa dalam aktivitas proses belajar mengajar relatif bersifat formal dan kaku, dan (4) pendekatan proses pembelajaran yang dipergunakan guru lebih mengarah pada isi buku teks yang telah ditentukan sehingga membuat siswa relative pasif. Dari hasil refleksi tersebut, maka perlu bagi penulis untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan pembelajaran keterampilan menulis bahasa Indonesia pada siswa SMA Negeri 1 Kaban Jahe ke arah yang lebih baik melalui penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Dasar pertimbangan penulis memilih penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual alam keterampilan menulis bahasa Indonesia tersebut adalah karena beberapa alasan, yaitu pendekatan kontekstual (CTL) sesuai dengan minat siswa yang selaku haus akan makna, dan untuk mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa. Dengan demikian belajar secara kontekstual berarti berarti belajar mengeluarkan potensi penuh seorang siswa secara alamiah. Dengan kata lain memberi kesempatan pada siswa untuk menerapkan dan mengembangkan ide/gagasan secara kritis dan komunikatif dalam bentuk bahasa tulis (bahasa Indonesia) yang dapat bermakna bagi dirinya maupun bagi yang membacanya. Seperti dikemukakan Elaine B. Johnson (2007:14), Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sebuah system belajar yang didasarkan pada filosif bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima, dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya. Berdasar pertimbangan atau alasan dipilihnya penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pelajaran keterampilan bahasa Indonesia tersebut, diharapkan terdapat peningkatan keterampilan dalam menulis bahasa Indonesia pada siswa SMA NEGERI 1 KABAN JAHE . Upaya perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan pembelajaran ini dilakukan penulis melalui Penelitian dengan dibantu seorang observer pendamping (guru lain) di sekolah.


Bagi yang berminat untuk mendownloadnya silahkan tinggalkan komentar

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda